Silaturahmi dan maaf memaafkan merupakan
fenomena yang tidak asing lagi bagi kita terlebih saat hari raya Idhul Fitri.
Sering kali kita melihat bahkan kita melakukan
sendiri bagaimana kegiatan berjabat tangan dan salam menyalami dilakukan, baik
dengan orang tua, kakak, adik, saudara, ataupun dengan tetangga sekitar dimana
kita tinggal. Kita pun rela berkeliling kompleks atau perumahan demi sekedar
berjabat tangan dengan mereka.
Tapi, saudara-saudaraku..
Tahukah, hari raya Idhul Fitri ini tidak hanya
sekedar berjabat tangan, bertemu saling sapa, senyum, hidangan lebaran dan
menerima tunjangan hari raya sebagaimana mestinya..
[1]Hari raya idhul fitri merupakan hari
kebahagiaan, atau hari suka cita. Maka pada hari besar itu semua harus terbebas dari
kesusahan, kesedihan, dan jangan sampai ada yang meminta-minta. Hari raya Idhul
Fitri juga merupakan hari dimana puncak atau klimaks dari pelaksanaan ibadah
puasa dibulan ramadhan. Idhul Fitri sendiri memiliki keterkaitan makna dengan
tujuan akhir yang ingin diraih dari pelaksanaan ibadah puasa yakni menuju
kemenangan. Kemenangan disini adalah bentuk dari kemenagan dalam menggapai
kesucian atau perwujudan dari kembali kepada keadaan fitrah layaknya seorang
bayi yang baru dilahirkan, bersih tanpa dosa.
Hal ini merujuk kepada Allah ta'ala dalam firmannya:
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhan-mu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau adalah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Q.S. Al-A'raf ayat 172).
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhan-mu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau adalah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Q.S. Al-A'raf ayat 172).
Sehingga untuk membuka lembaran baru bagi
kehidupan, kita semua berkeinginan atau berharap agar bisa diisi dengan segala hal
yang lebih baik. Lebaran atau idhul fitri inilah merupakan momen yang paling
pas untuk kembali menyatu dan melebur kesalahan, saling maaf memaafkan dan
merajut kembali tali silaturahmi. Karena dengan mempererat tali silaturahmi
Allah membukakan pintu-pintu rezeki. Dengan silaturahmi dan saling memaafkan pula
ikatan persaudaraan mulai tumbuh kembali, persaudaraan yang tumbuh karena Allah
tanpa mengenal suku, ras, budaya, tanah air ataupun kesamaan lainnya.
Dalam Firman Allah Ta'ala
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat". (Q.S. Al-Hujurat ayat 10).
Dalam Firman Allah Ta'ala
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat". (Q.S. Al-Hujurat ayat 10).
Ikatan persaudaraan seperti itulah yang paling
kuat daripada ikatan darah sekalipun. Ikatan persaudaraan dimana mereka ridha
dan Allah pun ridha seperti layaknya persaudaraan antara kaum muhajirin dan
anshar yang diabadikan dalam Firman-Nya surah Al-Hasyr ayat 9. Persaudaraan
dengan berlandaskan tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
Inilah buah saling memaafkan, buah merajut kembali tali silaturahmi dihari yang
fitri, dihari sukacita, dihari puncak pelaksanaan ibadah puasa dibulan
ramadhan. Persaudaraan inilah yang nantinya akan mencerminkan Ukhuwah Islamiyah yang
sesungguhnya.
Begitulah indahnya silaturahmi dan saling memaafkan dihari yang fitri ini, selain Allah membukakan kepada kita pintu-pintu rezeki, semakin kuat pula persaudaraan diantara kita, hingga InsyaAllah akan melahirkan Ukhuwah Islamiyah yang sejati. Waallahu a'lam bishawab.
Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan
dan mohon dikoreksi jika ada kekeliruan karena kesempurnaan adalah milik Allah
semata. Akhiru kalam, semoga dihari kemenangan ini kita semua menjadi
orang-orang yang meraih kemenangannya dan mendapat gelar al-muttaqin
sebagaimana tujuan ibadah puasa ini adalah agar kita menjadi orang-orang yang
bertakwa. Taqabbalallahu minna wa minkum, selamat hari raya idhul fitri mohon
maaf lahir dan bathin
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

