Rabu, 06 Juli 2016

Indahnya Silaturrahmi dan Saling Memaafkan

Assalamu'alaikum Wr. Wb


Silaturahmi dan maaf memaafkan merupakan fenomena yang tidak asing lagi bagi kita terlebih saat hari raya Idhul Fitri. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0ZXT_D1M9xaIy6pSSVRV7P9G_EseBifUj06LQ-8fhXUJf13giq2h8EBxJ5yjDEGjxjQX-NfajeD7G1FUImXCx2c1wFgRdMAxb-K3MAu5dn9Ka6bnknz5WN0jh_6zu2lq6dsWZJ4185O0D/s400/memaafkan.jpg
Sering kali kita melihat bahkan kita melakukan sendiri bagaimana kegiatan berjabat tangan dan salam menyalami dilakukan, baik dengan orang tua, kakak, adik, saudara, ataupun dengan tetangga sekitar dimana kita tinggal. Kita pun rela berkeliling kompleks atau perumahan demi sekedar berjabat tangan dengan mereka.

Tapi, saudara-saudaraku..

Tahukah, hari raya Idhul Fitri ini tidak hanya sekedar berjabat tangan, bertemu saling sapa, senyum, hidangan lebaran dan menerima tunjangan hari raya sebagaimana mestinya..

[1]Hari raya idhul fitri merupakan hari kebahagiaan, atau hari suka cita. Maka pada hari besar itu semua harus terbebas dari kesusahan, kesedihan, dan jangan sampai ada yang meminta-minta. Hari raya Idhul Fitri juga merupakan hari dimana puncak atau klimaks dari pelaksanaan ibadah puasa dibulan ramadhan. Idhul Fitri sendiri memiliki keterkaitan makna dengan tujuan akhir yang ingin diraih dari pelaksanaan ibadah puasa yakni menuju kemenangan. Kemenangan disini adalah bentuk dari kemenagan dalam menggapai kesucian atau perwujudan dari kembali kepada keadaan fitrah layaknya seorang bayi yang baru dilahirkan, bersih tanpa dosa.

Hal ini merujuk kepada Allah ta'ala dalam firmannya:
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhan-mu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau adalah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Q.S. Al-A'raf ayat 172).

Sehingga untuk membuka lembaran baru bagi kehidupan, kita semua berkeinginan atau berharap agar bisa diisi dengan segala hal yang lebih baik. Lebaran atau idhul fitri inilah merupakan momen yang paling pas untuk kembali menyatu dan melebur kesalahan, saling maaf memaafkan dan merajut kembali tali silaturahmi. Karena dengan mempererat tali silaturahmi Allah membukakan pintu-pintu rezeki. Dengan silaturahmi dan saling memaafkan pula ikatan persaudaraan mulai tumbuh kembali, persaudaraan yang tumbuh karena Allah tanpa mengenal suku, ras, budaya, tanah air ataupun kesamaan lainnya.

Dalam Firman Allah Ta'ala
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat". (Q.S. Al-Hujurat ayat 10).

Ikatan persaudaraan seperti itulah yang paling kuat daripada ikatan darah sekalipun. Ikatan persaudaraan dimana mereka ridha dan Allah pun ridha seperti layaknya persaudaraan antara kaum muhajirin dan anshar yang diabadikan dalam Firman-Nya surah Al-Hasyr ayat 9. Persaudaraan dengan berlandaskan tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Inilah buah saling memaafkan, buah merajut kembali tali silaturahmi dihari yang fitri, dihari sukacita, dihari puncak pelaksanaan ibadah puasa dibulan ramadhan. Persaudaraan inilah yang nantinya akan mencerminkan Ukhuwah Islamiyah yang sesungguhnya.

Begitulah indahnya silaturahmi dan saling memaafkan dihari yang fitri ini, selain Allah membukakan kepada kita pintu-pintu rezeki, semakin kuat pula persaudaraan diantara kita, hingga InsyaAllah akan melahirkan Ukhuwah Islamiyah yang sejati. Waallahu a'lam bishawab.

Saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan dan mohon dikoreksi jika ada kekeliruan karena kesempurnaan adalah milik Allah semata. Akhiru kalam, semoga dihari kemenangan ini kita semua menjadi orang-orang yang meraih kemenangannya dan mendapat gelar al-muttaqin sebagaimana tujuan ibadah puasa ini adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Taqabbalallahu minna wa minkum, selamat hari raya idhul fitri mohon maaf lahir dan bathin

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

[1] http://www.berjibaku.com/2012/08/pengertian-idul-fitri-serta-makna-hari.html

Selasa, 19 Januari 2016

Jadi Ini Rasanya SIAK WAR?

Rasanya istilah SIAK WAR tidaklah asing di telinga para mahasiswa jaket kuning. Ya mahasiswa Universitas Indonesia atau biasa dikenal dengan sebutan UI. Tetapi bagi mahasiswa baru (termasuk gue hehe) SIAK WAR rasanya seperti perang sungguhan, dimana mereka harus menyiapkan semua senjata dan amunisinya untuk memenangkan perang tersebut. SIAK WAR adalah sebutan untuk kegiatan registrasi akademik, dimana mahasiswa mengisi rencana studinya masing-masing dan pelaksanaannya melibatkan seluruh mahasiswa di Universitas Indonesia dari berbagai jurusan dan fakultas. Dinamakan SIAK WAR karena registrasi akademik tersebut dilakukan secara online pada website akademik yang disebut SIAK (bisa dilihat dengan mengunjungi website https://academic.ui.ac.id ntah masih bisa dibuka atau ngga karena server down banget hari ini). Karena pelaksanaannya berbarengan, dan harus berebut paling tidak se-Fakultas, dalam hal ini maka dikatakan WAR. Ibarat kalau main Counter Strike Global Offensive pilih mode free for all dan itu adalah mode dimana ga ada kawan, karib kerabat, sahabat, pacar, atau bahkan keluarga. Semuanya adalah LAWAN. Itulah sejarah singkat SIAK WAR menurut gue.





Gambar diatas adalah keadaan website ketika 1 menit sebelum registrasi akademik dibuka. Keadaan dimana seluruh mahasiswa meletakkan jarinya untuk tetap stanby di F5 dan menekannya untuk berkali-kali berharap keajaiban akan segera turun. Tetapi ketika mbah google berkata 500 Internal Server Error, Failed to Load, Error.. atau apalah itu namanya, kita akan merasakan getaran-getaran aneh yang entah muncul dari mana (bukan getaran cinta ya, tapi.. hmm agak mirip sih sedikit). Rasanya itu campur aduk dan ngena banget gitu. Panik? Ya pasti siapapun itu termasuk mahasiswa baru tentunya merasa panik karena baru pertama kali mengikuti kompetisi akbar seperti ini. 


Setelah beberapa menit, bagi pemenang tentunya sangatlah puas dan gembira sekali. Tetapi bagi yang kalah tentunya sangat kecewa. Tapi bagaimanapun tentunya kita harus tetap berfikir positif dan mensyukuri atas apa yang didapat serta jangan berhenti berharap agar kapasitas kelas di tambah haha.

Tetapi menurut saya itu kembali kepada diri kita sendiri, apakah yang ingin kita dapatkan adalah nilai atau ilmu. Karena tidak sedikit dosen yang memiliki gaya mengajar yang mudah dipahami, serta menyenangkan tetapi pelit dalam hal nilai. Bahkan ada juga yang menyebutkan bahwa nilai A (sempurna) hanya milik tuhan. Dan tidak sedikit pula dosen yang memang gaya mengajarnya biasa-biasa saja tetapi dalam hal nilai gaib banget atau sudah pasti dapat A atau paling kecil A min lah. Sekali lagi itu bergantung kepada diri kita sendiri bagaimana cara menyikapinya.  

Bagi pemenang jangan berbesar hati dahulu karena kuliah belum saja dimulai, jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Berikan hasil yang terbaik, torehkan presasi setinggi-tingginya walaupun kalian hampir sudah dipastikan mendapatkan nilai tinggi. Tetapi bagi yang kalah jangan berkecil hati, lakukan yang terbaik untuk semester ini. Sesungguhnya jalan Allah masih terbuka lebar untuk semester berikutnya. Jangan pasrah begitu saja. Karena sejujurnya kalian sudah memilih jalan untuk keluar dari zona aman kalian. Kalian akan dipupuk, ditempa, dengan ujian dan cobaan yang berat. Tetapi ingat janji tuhanmu bahwa Allah tidak akan membebani manusia melainkan karena kesanggupannya. Kalian pasti bisa melalui ini semua walaupun hasil yang diperoleh tidak sama persis dengan para pemenang tapi ingatlah ilmu yang kalian dapatkan insyaAllah lebih besar dari mereka.