Rasanya istilah SIAK WAR tidaklah asing di telinga para mahasiswa jaket kuning. Ya mahasiswa Universitas Indonesia atau biasa dikenal dengan sebutan UI. Tetapi bagi mahasiswa baru (termasuk gue hehe) SIAK WAR rasanya seperti perang sungguhan, dimana mereka harus menyiapkan semua senjata dan amunisinya untuk memenangkan perang tersebut. SIAK WAR adalah sebutan untuk kegiatan registrasi akademik, dimana mahasiswa mengisi rencana studinya masing-masing dan pelaksanaannya melibatkan seluruh mahasiswa di Universitas Indonesia dari berbagai jurusan dan fakultas. Dinamakan SIAK WAR karena registrasi akademik tersebut dilakukan secara online pada website akademik yang disebut SIAK (bisa dilihat dengan mengunjungi website https://academic.ui.ac.id ntah masih bisa dibuka atau ngga karena server down banget hari ini). Karena pelaksanaannya berbarengan, dan harus berebut paling tidak se-Fakultas, dalam hal ini maka dikatakan WAR. Ibarat kalau main Counter Strike Global Offensive pilih mode free for all dan itu adalah mode dimana ga ada kawan, karib kerabat, sahabat, pacar, atau bahkan keluarga. Semuanya adalah LAWAN. Itulah sejarah singkat SIAK WAR menurut gue.
Gambar diatas adalah keadaan website ketika 1 menit sebelum registrasi akademik dibuka. Keadaan dimana seluruh mahasiswa meletakkan jarinya untuk tetap stanby di F5 dan menekannya untuk berkali-kali berharap keajaiban akan segera turun. Tetapi ketika mbah google berkata 500 Internal Server Error, Failed to Load, Error.. atau apalah itu namanya, kita akan merasakan getaran-getaran aneh yang entah muncul dari mana (bukan getaran cinta ya, tapi.. hmm agak mirip sih sedikit). Rasanya itu campur aduk dan ngena banget gitu. Panik? Ya pasti siapapun itu termasuk mahasiswa baru tentunya merasa panik karena baru pertama kali mengikuti kompetisi akbar seperti ini.
Setelah beberapa menit, bagi pemenang tentunya sangatlah puas dan gembira sekali. Tetapi bagi yang kalah tentunya sangat kecewa. Tapi bagaimanapun tentunya kita harus tetap berfikir positif dan mensyukuri atas apa yang didapat serta jangan berhenti berharap agar kapasitas kelas di tambah haha.
Tetapi menurut saya itu kembali kepada diri kita sendiri, apakah yang ingin kita dapatkan adalah nilai atau ilmu. Karena tidak sedikit dosen yang memiliki gaya mengajar yang mudah dipahami, serta menyenangkan tetapi pelit dalam hal nilai. Bahkan ada juga yang menyebutkan bahwa nilai A (sempurna) hanya milik tuhan. Dan tidak sedikit pula dosen yang memang gaya mengajarnya biasa-biasa saja tetapi dalam hal nilai gaib banget atau sudah pasti dapat A atau paling kecil A min lah. Sekali lagi itu bergantung kepada diri kita sendiri bagaimana cara menyikapinya.
Bagi pemenang jangan berbesar hati dahulu karena kuliah belum saja dimulai, jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Berikan hasil yang terbaik, torehkan presasi setinggi-tingginya walaupun kalian hampir sudah dipastikan mendapatkan nilai tinggi. Tetapi bagi yang kalah jangan berkecil hati, lakukan yang terbaik untuk semester ini. Sesungguhnya jalan Allah masih terbuka lebar untuk semester berikutnya. Jangan pasrah begitu saja. Karena sejujurnya kalian sudah memilih jalan untuk keluar dari zona aman kalian. Kalian akan dipupuk, ditempa, dengan ujian dan cobaan yang berat. Tetapi ingat janji tuhanmu bahwa Allah tidak akan membebani manusia melainkan karena kesanggupannya. Kalian pasti bisa melalui ini semua walaupun hasil yang diperoleh tidak sama persis dengan para pemenang tapi ingatlah ilmu yang kalian dapatkan insyaAllah lebih besar dari mereka.
