Senin, 29 Juni 2020

I Know That

Pernah dengar kisah bagaimana para imam meriwayatkan hadits?
Demi satu hadits, sampai rela berjalan beribu kilo hanya untuk memastikan keaslian dan keotentikan dari sebuah hadits. Bahkan uniknya, beliau-beliau ini rela berjalan jauh untuk mendapatkan hadits padahal hadits tersebut sudah tau bahkan sudah dihafal.

Trus sia-sia dong?
Jawabannya tentu TIDAK. Karena semua ilmu itu milik Allah, mau sedikit atau banyak tentu akan kembali kepada Allah. Wong milik Allah. Nah beliau-beliau ini menyadari bahwa boleh jadi ada ilmu-ilmu baru yang didapatkan, ilmu yg boleh jadi sebelumnya blm dipahami walaupun dari hadits yang sama (sudah tau, paham dan hafal). Sehingga dengan begitu dapat mencapai pemahaman yang komprehensif dan paripurna.

Saya kira, konsep seperti ini perlu untuk kita adaptasi dalam kehidupan kita. Buang jauh-jauh penyakit "i know that". Walaupun kita pernah menjumpai sesuatu yang sama dan berulang, misalnya kita pernah belajar A, pernah memahami A, ataupun pernah menghafal A. It's oke. Jangan merasa diri paling hebat, paling pinter, paling banyak tau jd ga mau belajar lagi. Padahal repetition is magic. Bukankah untuk menjadi ahli, atau master harus berlatih berulang-ulang? Hehe

Kalaupun ternyata sama, artinya tidak menambah ilmu baru. Jangan berduka. Boleh jadi Allah memberi isyarat bahwa ada sesuatu yang belum kita tunaikan. Boleh jadi kita baru sekedar tahu, belum mengamalkan. Boleh jadi kita belum lulus diujian itu, jadi harus diuji berulang-ulang sampai lulus dan naik derajat kita.

Dan yang terakhir, jangan sampai lupa, posisikan diri kita layaknya sebagai gelas kosong. Pastikan posisinya lebih rendah. Sebab, air mengalir dari tempat tinggi menuju ke tempat rendah..

Semoga kita bisa terus memperbaiki diri dan terus belajar untuk menjadi pembelajar yang baik dalam hidup ini :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar