Buku ini merupakan memoar atau perjalanan hidup dari sang penulis yaitu Ping Fu, warga negara Amerika yang sebelumnya merupakan orang asli China. Buku ini cukup menggambarkan dengan detail bagaimana perjalanan hidup dari masa kanak-kanak yang berat di China sampai kepada posisi puncak dunia teknologi Amerika. Dengan penulisan cerita alur maju dan mundurnya, disertai dengan gaya bahasa yang mengalir dan enak untuk dibaca, membuat buku ini tidak bosan untuk terus dibaca.
Kisah dalam buku ini cukup bagus untuk dijadikan pelajaran
tentang bagaimana belajar dan mengambil hikmah dari setiap perjalanan
kehidupan, pelajaran tentang keuletan untuk membangun hidup lebih baik, hasrat
untuk membantu orang lain, serta kegigihan yang sangat besar dan kemampuan bertahan
dalam ujian-ujian yang sangat berat dan bertubi-tubi. Sampai mungkin kita akan sampai
pada titik “kapan ya ujian ini akan berakhir”.
Satu penggalan nasihat dalam buku ini yang sangat bagus
sekali adalah tentang tiga sahabat musim dingin.
Tiga sahabat musim dingin ini digambarkan oleh Pohon Pinus,
Pohon Bunga Palm, dan Pohon Bambu. Pohon Pinus memiliki gambaran sifat kuat.
Mereka tetap ceria dan hijau sepanjang tahun. Dalam hawa musim panas dan dingin
yang tidak tertahankan mereka tetap tak tergoyahkan. Pohon bunga palm
digambarkan pohon yang selalu berkilau cemerlang. Kemampuannya untuk mekar di
tengah kemalangan menyiratkan harga diri dan kesabaran di bawah tekanan situasi
yang berat. Pohon bambu memiliki karakter sangat lentur, menekuk bersama angin
tapi tidak patah, mampu beradaptasi dengan keadaan apapun. Memiliki kemampuan
untuk bangkit kembali dari saat-saat paling berat sekalipun.
Tiga sahabat musim dingin ini seolah memberikan penjelasan
bahwa dalam hidup ini, tidak akan ada musim panas tanpa musim dingin, tidak ada
naik tanpa turun, tidak ada yang tumbuh tanpa ada yang busuk. Kemampuanmu untuk
bertahan pada akhirnya tergantung sikapmu terhadap situasi hidupmu. Ketika kamu
menjadi tiga sahabat musim dingin ini, kamu akan menghadapi segala persoalan
dengan tenang dan anggun, mengedepankan energi saat dibutuhkan, namun dalam
hati selalu tetap tenang.
“Walaupun pemandangan terbaik bisa dijumpai di puncak-puncak, justru lembah-lembahlah yang menawarkan kesempatan terbesar untuk pertumbuhan dan perkembangan. Di lembah kita bertani, membuat jalan-jalan, dan merumuskan visi-visi kita mencapai lebih tinggi lagi. Di lembah, kita mengembangkan kegigihan dan memupuk harapan.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar